Jumat, 06 Januari 2012

Wajah kita di depan kaca,


oleh Firanda Anda pada 6 November 2011 pukul 22:57

Menghirup udara kotor,
Melihat rakyat yang menderita,
Mendengar bayi menangis ditangan ibunya,
Dan di atas awan pejabat duduk meludah kelantai,

Matahari berwarna merah,
Darah berceceran di sepanjang jalan,
Tangis terpendam dari aceh sampai papua,
Wanita-wanita terlentang di tanah tampa suami,

Kanak-kanak pergi sekolah beralas kaki,
Buku pelajaran seharga nasih diperiuk dapur,
Berkilo-kilo berjalan hanya untuk bisa membaca dan menulis kata,
80 juta anak-anak bermimpi memandang masa depan penuh harapan,
Impian 200 rakyat tentang Negara yang tidak ada ujungnya,

Sementara para politisi dan pemerintah sibuk membuat rumus-rumus,
Para tikus sibuk menumpuk milyaran rupiah dikatong sakunya,
Pewarta sibuk menulis caci maki mereka dimuka kita,
Namun  Adu jotos rakyat di gelanggang politik terus berlangsung,

Wajah kita di depan kaca,

 (Firanda, Pontianak, 10:55 PM. 6 November 2011)

0 komentar:

Posting Komentar