oleh Firanda Anda pada 7 Desember 2011 pukul 19:12
Ketika cinta sulit terucap dilidah,
Beban rasa membakar emosi saja,
mengutuk diri sendiri jadi terbiasa,
Diam membawa hari serba salah,
Mengapa awan membawa panas,
Keteduhan matahari jadi menyiksa,
Hawa itu menyita ruang kosong jiwa,
Kini do'a merupakan senjata menghibur kerinduan,
Kepada Hujan di harapkan, Namun Panas terbentang,
Air dingin kuminum, Kehausan selalu menyerang,
Madu yang diinginkan, Jamu pula tertelan,
Tulisan berjalan dilorong sempit, Ini kalimat yang terjepit,
(firanda,Pontianak, 6:55 PM. 7 Desember 2011)
0 komentar:
Posting Komentar