oleh Firanda Anda pada 17 Desember 2011 pukul 19:02
Malam berbaur hujan,
Langkah tersendat untuk berjalan,
Buat janji bertemu mungkinkah terhalang,
Waktu perlahan merayap membawa kebingungan,
Nun jauh disana dia mendekam,
Memeluk bantal dan guling dihawa menyejukkan,
Berwajah buram seolah kaca pecah ribuan,
Cantik dicermin sulit untuk dpandang,
Saku kian menipis, lembaran kerta terbilang,
Senyumnya mendatangkan semangat jutaan dirham,
Teramat murah semua harta jika dibandingkan pada kekasih tersayang,
Padanya jiwa raga dipersembahkan, kepada Tuhan semua digadaikan,
(firanda, pontianak, 6:57 PM. 17 Desember 2011)
0 komentar:
Posting Komentar