oleh Firanda Anda pada 13 November 2011 pukul 15:33
Lantunan suara mereka membahana didinding jiwa,
Perlahan namun pasti menyentakkan kesadaran yang hakiki,
Setiap renungan manusia berawal dan berujung kepada Sang pnecipta,
Api gairah perlahan membakar kepasrahan tertunduk diam,
Berbisik atau suara lantang,
Ini hanya cara kita berbilang,
Terlihat hanya hati bercumbu kerinduan,
Roda tasbih berputar memuji penuh kasih sayang,
Mengapa cinta tak dapat diterjemahkan,
Perasaan itu sulit dirangkai kata-kata mengungkapkan,
Setiap anugerah keIlahian menjadi dangkal logika menafsirkan,
Pantaslah setiap kita memendam asa ketuhanan,
(firanda,pontianak, 3:24 PM. 13 November 2011)
0 komentar:
Posting Komentar