Rabu, 04 Januari 2012

"Air di kelopak matamu pecah menjadi embun "


oleh Firanda Anda pada 11 November 2011 pukul 19:08

Saat risau dirimu,
Ketika kegelapan menghampiri,
Kegalauan telah membeku mengoyak hati,
Air di kelopak matamu pecah menjadi embun,


Kini hanya berdiam,
Berdiri seperti patung mati,
Hanya nafas membawa amarah,
Terkoyak-koyak tiap lembaran kenangan,

Tapak tangan menutup wajah,
Bersembunyi dalam duka, membuang nestapa,
Seandainya luka perasaan ada obatnya didunia,
Embunpun pasti mengkristal menjadi hiasan para dewa,


(firanda,Pontianak, 7:02 PM, 11 November 2011)

0 komentar:

Posting Komentar