oleh Firanda Anda pada 26 November 2011 pukul 10:48
Suaara berita sampai ketelinga,
Mereka bertikai sesama sebangsa,
Darah dan air mata tak henti menggenangi negara,
Segelintir ambisi mengoyak rekatan kerakyatan,
Ujung senjata menghadap dada,
Mulut tertindas mengucap duka dan dinista,
Bersaudara saling koyak baju didepan mata,
Tak tersisa lagi rasa dan cinta sesama.
Sebagian pemangku dan pemilik duit tertawa,
Mereka duduk meminum anggur semeja berjudi atas nasib jelata,
"Pecah belah dan kuasai" ucap mereka layak kompeni zaman belanda,
Kini negara ini bukan milik kita, tapi milik mereka, Milik para penguasa,
Dialah mereka...Penguasa Negara, Penguasa Dolar, ...Raja dunia,
(firanda, Pontianak, 10:47 AM, 26 November 2011)
0 komentar:
Posting Komentar