Sabtu, 07 Januari 2012

'Tajam Sekali"


oleh Firanda Anda pada 12 Oktober 2011 pukul 20:59

Sengaja aku tikamkan pisau Rahman dan Rahim  itu kedadaku,
Kini darah kerinduan menetes membanjiri kelopok mata,
Puji-pujian tersenandungkan saat hati meratap diriMU,
Nafas-nafas terasa tak teratur dengungan qolbu,

Ingin aku menari laksana jalaludin Rumi,
Tafakur diam seperti Abdul Kadir Jailani,
Berdiam diri ala Imam Nafiri,
Lima ratus kali setiap hari memuji,

Allah tuhanku,
Disini kuseret  jiwa dan bumi untuk mengabdi,
Namun Bayang-bayang duniawi menghiasi menggoda nurani,
Kini kaki  sebelah kanan disini, sementara sebelah kiri lain lagi,
Aku berdiri di dua jalan, Memilih itu sulit sekali,

Dimana aku,dimana DIRIMU,

(Firanda, Pontianak, 7:55 PM,  12 Oktober 2011)

0 komentar:

Posting Komentar