oleh Firanda Anda pada 4 Desember 2011 pukul 23:36
Nada-nada malam sunyi yang tersembunyi,
Langkah kaki mengukur panjangnya jalan berlampu nion,
Perlahan tapi pasti setiap orang menepi menuju pembaringan,
Menuntun tubuh pada peristirahatan dan tenggelam dalam dengkur tak bertepi,
Kini mimpipun berhenti,
Ambisi tertahan oleh lelap badani,
Cinta dan benci buram oleh suasana malam,
Ada jiwa yang merintih terjaga saat gelap menyelimuti bumi,
Masihkah dendam akan engkau balas esok hari,
Marah diumbar ketika surya muncul dipagi ini,
Bukankah semua terjadi tak bisa kembali,
Mungkin damai dapat dipeluk bersama hati,
(firanda,Pontianak, 11:28 PM. 4 Desember 2011)
0 komentar:
Posting Komentar