Sabtu, 07 Januari 2012

"Musim Berwarna"


oleh Firanda Anda pada 12 Oktober 2011 pukul 7:52

Langit memang mendung,
Bunga-bunga duka menghiasi awan,
Perkutut malam  bersedih tanpa bulan,
Dingin hati ketika  angin  membelai  mega,

Ada hampa diRogga dada ,
Perih itu tak  lagi pernah terasa,
Dewi Asmara melupakan seribu tertikam cinta,
 Dan musim bunga  selalu berganti warna,

Terbanglah si lebah madu,
Ambil makna tanpa merusak raga,
Pergi  dengan santun tinggalkan rasa bahagia,
Hidup terus berlalu memberi  kesan rindu,


(Pontianak, Firanda, 6:52 AM, 12 Oktober 2011)

0 komentar:

Posting Komentar