oleh Firanda Anda pada 12 Oktober 2011 pukul 7:52
Langit memang mendung,
Bunga-bunga duka menghiasi awan,
Perkutut malam bersedih tanpa bulan,
Dingin hati ketika angin membelai mega,
Ada hampa diRogga dada ,
Perih itu tak lagi pernah terasa,
Dewi Asmara melupakan seribu tertikam cinta,
Dan musim bunga selalu berganti warna,
Terbanglah si lebah madu,
Ambil makna tanpa merusak raga,
Pergi dengan santun tinggalkan rasa bahagia,
Hidup terus berlalu memberi kesan rindu,
(Pontianak, Firanda, 6:52 AM, 12 Oktober 2011)
0 komentar:
Posting Komentar