oleh Firanda Anda pada 23 Desember 2011 pukul 20:23
( Diskusi dengan Kawan2 di warung Kopi Hijas stret.)
“ Negara kita ini telah merdeka sudah 65 tahun, namun kondisi negeri seperti ini, sudah terlalu tua untuk dibicarakan, namun terpaksa karena kita hidup disini, makan disini dan ber KTP Indonesia, kenyataan perjalanan bangsa begitu banyak carut marut, rusaknya peradaban dan nilai kemerdekaan bangsa yang selalu di cita-citakan, kita mendengar setiap 17 agustus memperingati kemerdekaan namun tidak punya nilai apa-apa, lihatlah korupsi merajalela di tingkat pemerintahan, pelanggaran Ham di tingkat aparat penegak hukum. peradilan yang sesat, uu menjadi produk jual beli di DPR, para pengusaha menjelontorkan uang suap, kemudian rakyat kebanyakan yang mayoritas kelas bawah sekitar 70 % dibawah rata-rata kehidupan diperas sedemikian rupa, sementara para cerdik pandai hanya berdiam.
Antipati terhadap Negara ini telah begitu luas, ketidak perdulian terhadap proses kehidupan bernegara telah amburadul, Negara ini terseok-seok, mayoritas rakyat sudah tidak perduli, sudah tak memikirkan kemana arah Negara ini, sudah tidak mau tahu macam apa Negara ini walau hanya sesaat, dalam arti memikirkan bersama hanya 2 menit saja, atau satu paragrap saja bicara tentang Negara, baik itu kritikan, saran , pertanyaan atau hujatan sekalipun yang kami anggab sebagai manivesto kepedulian terhadap negeri yang katanya dicintai.
Akibat dari ketidak perdulian kita terhadap perkembangan Negara, berdampak pada ketidak jelasan kemana perahu bangsa ini dibawa oleh para pemimpin kita, kemudian merajalelanya anarkisme, korupsi dan kemiskinan dimana-mana, atau butanya hati semua anak negeri karena kekecewaan yang dalam dengan kondisi sekarang. Lukanya perasaan, termarzinalkan oleh kebijakkan. Mereka para pemangku yang menari di atas keringat dan darah saudara sendiri.
Mari kita lihat indicator ketidak perdulian masyarakat kelas menengah, Facebook merupakan jejaringan social yang begitu populer, banyak yang memberikan tulisan atau komentar tentang perasaannya, tentang keluh kesahnya, tapi hanya sedikit beberapa orang yang bisa dihitung dengan jari yang bicara tentang Negara, tentang penderitaan saudaranya, tentang kezaliman para pemimpinnya, sungguh Negara berdiri diatas jurang, entah jurang apa itu, jurang kehancurankah, jurang perpecahan, jurang kemerosotankah…masih tanda Tanya ?
Akhrnya semua diskusi disimpulkan oleh masing2 kawan, sejauhmana menilai Negara, sejauhmana kiprahnya terhadap kondisi yang ada…Namun semua sepakat kondisi negeri ini dari eksekutif, legislative dan yudikatif sungguh mengecewakan.
Pontianak, 8 :17 PM. 23 Desember 2011
(firanda)
0 komentar:
Posting Komentar