Sabtu, 25 Desember 2010

"Kuminta"

oleh Firanda Anda pada 02 Desember 2010 jam 17:12

Banyak kita sulit bicara,
Sebagian tak ingin menulis kata,
Senang jika ada walau hanya basa basi saja,
Pemanis rupa walau untuk sekedar menyenangkan kita,


Kadang memang berat,
Urusan manusia selalu logika,
Namun ada yang tersembunyi sangat berharga,
Kemurahan kita merupakan repleksi tuhan maha pencipta,


Tulislah kata,
Buatlah huruf yang ada,
Walau hanya dehem belaka,
Cukuplah menyenangkan pihak yang meminta,

(firanda(......)Pontianak. 4:53 PM. 2 Desember 2010)

"KepadaMU aku Kembali"

oleh Firanda Anda pada 02 Desember 2010 jam 16:44

Hari terasa panas,
Fikiran terbakar dunia,
Tubuh dibawa kerentanan,
Semangat menyala diatas reruntuhan,



Wahai pembawa jiwa,
Perlihatkan garis tangan,
Nampakkan Lukisan Nasib,
Tunjukkan arah jalan kehidupan,


Lihatlah hatiku,
Lihatlah keinginanku,
Lihatlah kemampuanku,
KepadaMU aku kembali tanpa ragu,


(firanda(.....)Pontianak.

"Maafkan Jika Masih Curiga"

oleh Firanda Anda pada 02 Desember 2010 jam 15:36

Maafkan jika aku bersajak.
Mengungkap kata sepenuh jiwa,
Berbahasa terkadang merayu sastra,
Bukan untuk berlebay ria, namun menghalus rasa,


Kadang tulisan banyak salahnya,
Sentilan perasaan coba menggugah asa,
Sulitnya berkata namun selebihnya tulisan saja,
Kuingin tidak ada curiga, Sak wasangka negatif tak bermakna,


Ku ingin engkau tahu,
Bisik-bisik qolbu menendang peka,
Resah gelisah mengiris logika,
Atau sebab panah asmara.

(firanda(.....)Pontianak. 3:07 PM.2 D 2010)

"Seperti 3 Tahun Lalu"

oleh Firanda Anda pada 02 Desember 2010 jam 9:30

Masih seperti 3 tahun lalu,
Mobil tahanan memasuki halaman,
Satu persatu turun wajah tertunduk malu,
Seolah dosa menempel di kening mereka,


Pengadilan kotaku,
Kumasuki ruang demi ruang,
Para hakim dan jaksa berwajah garang,
Dan pembela duduk dengan tenang,


Disudut bangku lain,
Seorang ibu menanti cemas,
Menyaksikan anaknya jadi terpidana,
Ini yang terakhir bagi putra tercinta duduk disana,
Do"a ibu terucap secara tidak sengaja,

(Firanda(....)Pontianak. (9;21 AM. 2 Desember 2010)

"Mekarlah Bunga"

oleh Firanda Anda pada 01 Desember 2010 jam 23:50

Ada yang hilang,
Matahari  terasa bersembunyi,
Cinta hilang semoga hadir kembali,
Dawai rindu bernyanyi lagu baru lagi,
Smoga tumbuh bersemi lagi mengisi relung hati,


Masih ada waktu,
Esok pasti ada matahari,
Bersinar terang membawa qolbu,
Pandanglah cahaya pelangi mengikuti dia,


Lupakan semua,
Songsonglah hari penuh canda,
Senyumlah layak seperti bunga,
Mekarlah saat surya memberi warna,

(firanda(.......)Pontianak. 11:41 PM. 1 Desember 2010)

"Bisakah......"

oleh Firanda Anda pada 01 Desember 2010 jam 23:30
Lihatlah bunga itu,
Pohon-pohon yang hijau,
Daun dan ranting berguguran,
Saat hujan akan tumbuh kembali,


Kenanglah matahari pagi,
Lihatlah senja hari bewarna merona,
Dapatkanlah keindahan panorama alam semeta,
Disanalah kau temukan semangat hidup yang baru,


Luka itu ada bekas,
Sembuhnya terlalu lama,
Kasih sayang memang tak bernama,
Saat sedih buatlah lagu cinta membahagiakan rasa,
Tersenyumlah, Hirup udara dengan jiwa, Biar hari membimbing pada pencipta,


(Pontianak(.......)Pontianak. 11:19 PM. 1 Desember 2010)

"Hapuslah Air Mata"

oleh Firanda Anda pada 01 Desember 2010 jam 23:17

Mengapa kau harus meneteskan air mata,
Lukakah perasaan sebegitu dalam mengoyak jiwa,
Sehingga tak ada lagi kata-kata yang bisa mewakilinya,
Kepedihan mengakibatkan neraka dunia yang dialami menghapus bahasa,


Masih juga air mata untuk dia,
Pria yang telah menyakitimu tanpa rasa,
Tak bisakah bedakan benar dan salah sebuah cinta,
Atau engkau mengasihi dan menyayangi dengan gelap mata,


Hitunglah tiap bendehara kata,
Lihatlah jumlah prilaku menyakitkan asa,
Masihkah bertahan kala dia terus menyakitkan,
Hapuslah air mata kerinduan gantlah air mata penyesalan,
Hidup adalah pilihan, pilihlah jalan kebenaran,



(Firanda(....)Pontianak. 10:01 PM. 1 Desember 2010)

"Sepohon Kayu"

oleh Firanda Anda pada 01 Desember 2010 jam 1:43

Daun itu hijau,
Saat nanti dia akan jatuh,
Tumbuh lagi tunas yang baru,
Hidup sebatang pohon dari sebuah regenerasi ,
evolusi kehidupan, membawa semua keindahannya,


Mungkin lain waktu berbeda,
Bentuk baru dari pohon yang sama,
Menyebar segala penjuru dengan satu nama,
Pohon kayu besi menjelma menjadi pondasi negeri,


Biarlah angin membawa berita,
Awan-awan bergerak tanpa dapat dikira,
Nasib buruk serta baik terukir diguratan daun taqdir,
Kebahagiaan dan derita terkadang menghempas dada,
Kemudian kita membawa bibit untuk ditanam di negeri persada, 

(Firanda(....)Pontianak.1:38 AM. 1 Desember 2010)

"Hujan Di Kota"

oleh Firanda Anda pada 01 Desember 2010 jam 0:00

Saat lampu menghias kota,
Malam diterangi bohlam jalan,
Satu meja bersama kami mereguk minuman,
Pesta para bujang mengawali derai siraman hujan,


Disela-sela pembicaraan,
Tersenyum dia berlesung pipi merawan,
Di arah jam 3 pandangan memukau keindahan,
Karya tuhan yang tak mampu menggoyang kesetiaan,


Habis sudah pertemuan,
Tinggallah canda dan tawa,
Cerita tentang segala bentuk kehidupan,
Dibawah guyuran hujan kami semua pulang,

(firanda(.....)Pontianak. 11:21 PM. 30 November 2010)

"LORONG"

oleh Firanda Anda pada 29 November 2010 jam 22:10

Dulu aku pernah disana,
Menyatu hidup bersama mereka,
Banyak anak-anak berkejaran digertak kota,
Bermacam ragam manusia menyatu di pinggir sungai kita,


Kala pagi menjelang agak terang,
Berkumpullah dilanting membasahi badan,
Dari memncuci, berenang, bersenda gurau menepis malam,
Awal kehidupan dimulai keceriaan digertak penuh kenangan,


Saat sore menjelang cahaya temaram,
Hilir mudik orang pulang membawa lelah pekerjaan,
Menceburkan diri di arus sungai kapuas membuang penat badan,
Sebagian menonton kehidupan lanting  bersama mengalirnya air menuju lautan,


(firanda(.....)Pontianak. 10:03 PM. 29 November 2010)

"Mengoyak Luka"

oleh Firanda Anda pada 29 November 2010 jam 21:27
Langit ini begitu kelam,
Alam meradang merusak ketenangan,
Bencana demi bencana melanda permukaan,
Mengoyak luka membunuh suka cita umat manusia,


Banyak logika kebingungan,
Prilaku kita melebihi semua takaran,
Merampok, membunuh melebihi binatang,
Merobek nilai serta norma sebuah peradaban,


Mengikuti jalan yang lurus,
Sebuah jalan penuh keridha'an,
Teramat berat kala berkubang lumpur dunia,
KepadaNYA fikiran kembali menuju hikmah kehidupan,

(firanda(......)Pontianak. 9:13 PM. 29 November 2010

"Dalam Hayalan"

oleh Firanda Anda pada 29 November 2010 jam 16:18

Izinkanlah aku berhayal,
Coba menciptakan mimpi-mimpi,
Saat hujan tak bisa keluar pergi,
Disini mengenang hati,

Saat kita terbaring di dipan berdua,
Kuingin tak memejamkan mata,
Membelai rambut hitam mempesona,
Memeluk lembut merasakan getaran,
Disampingmu terasa kebahagiaan,

Kulihat matahari tertutup awan,
Dedaunan menari diterpa hujan,
Lirih hati berbisik kepadaMU  tuhan,
Mudahkan jalan hamba menuju Surga,



(Firanda(.....)Pontianak> 3:37 PM. 29 November 2010)

"Pesona Bahagia"

oleh Firanda Anda pada 29 November 2010 jam 13:44
Musim panca roba,
Hati jangan pernah berubah,
Biarlah langit mendung terkadang tanpa awan,
Kita berharap suburnya asa  di ladang kasih sayang,


Sakitnya badan,
Perihnya perasaan,
larutkan semua dalam cinta,
Langkah kaki menjadi tabir luka,
Senyuman dirimu wujud pesona bahagia,


Ciptakan pelangi qolbu,
Warna warni tampak dimata,
Letakkan tangan di dada kiri tanda senang,
Duniamu akan terasa membahagiakan sucinya penjiwaan,


(firanda(.....)pontianak.1:39 PM. 29 November 2010)

"SubuhMU dan Subuhku"

oleh Firanda Anda pada 28 November 2010 jam 4:45


Mahligai subuh,
Udara nan segar,
Dingin membalut tulang,
Air membasuh topeng malam,


Jiwa memanggil raga,
Memuji lirih dengan kata-kata,
Mengetuk pintuMU menyapa hamba,
Bersujud syukur kepada ENGKAU pencipta,


Dalam do'a,
Dua tangan Kuminta,
Tunjukkan jalan terang kami semua,
Tanda jadi kasih sayang sang pemberi cinta,

"Dinda yang Bersuci"





oleh Firanda Anda pada 27 November 2010 jam 22:47

Dinda,
Buah hati,
Penyejuk pandangan,
Penghilang gundah gulana,
Penghibur kala kesepian melanda,



Dinda yang tercinta,
Kukata sayang tanpa suara,
Berbisik asa  setiap waktu didada,
Qolbu selalu mengukir namamu dikelopak mata,

Dinda pujaanku,
Kutiup seruling buluh perindu,
Menggetarkan setiap jiwa bernada kerinduan,
Langitpun mengucap puji saat cinta dibawa bersuci padamu<

(firanda(....)Pontianak. 9:56 PM. 27 November 2010)

"Setiap Keindahan"

oleh Firanda Anda pada 27 November 2010 jam 17:05

Ku jelajahi kata demi kata,
Ku ungkap semua bentuk bahasa,
Ku lukis semua prona yang ada,
Ku berbicara bahasa jiwa,


Banyak dawai sudah terdengar,
Bayak lagu mengalun sangat syahdu,
Banyak pujian iklas menyentak qolbu,
Kini kian dekat kita menghapus rindu,


Tak mungkin bidadari seindahmu,
Ini Bathin bersuara menentapkan hati,
Satu pilihan tanpa kebimbangan perasaan,
Sumpahku di izab kabul akan dibuktikan kebenaran,

(firanda(......)Pontianak. 4:39 PM. 27 November 2010)

"Mahligai Surga"

oleh Firanda Anda pada 27 November 2010 jam 16:50

Dikau yang menawan,
Tampak wajah keibuan,
Belas kasih sayang tergambarkan,
Siapapun memandang pasti tertawan,


Sedang bulan terasa buram,
Hadirmu mengisi malam terang bulan,
Keindahan alam terasa sempurna saat kau datang,
Hati ini subur bersemi selalu bertabur bunga bewarna warni,


Hari-hari akan datang,
Masa kita membuka rahasia,
Bersaksikan malaikat segenap penghuni dunia,
Allah dan Rasulullah pengikat segenap asa dimahligai surga,


(firanda(....)Pontianak. 27 November 2010)

Tarianmu,

oleh Firanda Anda pada 27 November 2010 jam 13:16

Tarian jiwa,
Lentik tangan,
Gemulai gerak badan,
Naluri menuntun langkah,



kau pejamkan mata,
Jiwamu membawa pergi,
Jasad berdendang kesepian,
Lagu itu membawa wujud berbeda,