Sabtu, 07 Januari 2012

"Perkutut" 1.


oleh Firanda Anda pada 14 Oktober 2011 pukul 14:03

Perkutut itu duduk di dahan, sambil memandangi wajah alam yang terbentang luas penuh kehijauan di kerindangan pohon-pohon, Saat itu iya berkata dalam hatinya penuh rasa gembira” Tuhan sekali lagi aku hanya bisa tersenyum bangga padaMU, Hari ini telah ENGKAU cukupi nikmat untuk aku, Tuhan, aku yang tidak meminta apapun, namun ENGKAU memberikan dengan tanpa aku kira-kira datangnya, entah dari mana.

Perkutut itu diam sesaat untuk menyusun baris kata yang ditujukan kepada dirinya dan kepada Tuhannya,” Tuhan, entah seperti apa ENGKAU memperhatikan diriku ini, sedangkan akupun tidak tahu diriku, bagaimana cintaMU, bagaimana sayangMU, bagaimana KasihMU padaku, sulit aku menggambarkan dengan kata-kata namun dapat aku rasakan, terkadang aku harus tersenyum sendiri menyaksikan TANGANMU hadir menyentuh hidupku ini. Perkutut menarik nafas dalam untuk berkata kemudian,” Tuhan ini aku dengan segala kekurangan, menyembahMU  segenap dayaku, memujiMU dengan caraku, semuanya tentu tidak bertentangan dengan Firman dan Hadisth kekasihMU.

Tuhan, hari ini aku bersyukur, Berilah kehidupan untuk mereka, seedangkan aku hanya mempunyai DIRIMU dan KekasihMU itu, dia….,dan tuhan terimakasih atas segalanya, Maaf lahir bathin atas segala kesalahanku Tuhan….
Perkutut terdiam untuk waktu yang panjang, memandang sekitarnya tanpa berkata atau berbisik dalam hati, terdiam..diam yang panjang.

(firanda,Pontianak, 12:56 PM. 14 Oktober 2011)

oleh Firanda Anda pada 14 Oktober 2011 pukul 14:03
Perkutut itu duduk di dahan, sambil memandangi wajah alam yang terbentang luas penuh kehijauan di kerindangan pohon-pohon, Saat itu iya berkata dalam hatinya penuh rasa gembira” Tuhan sekali lagi aku hanya bisa tersenyum bangga padaMU, Hari ini telah ENGKAU cukupi nikmat untuk aku, Tuhan, aku yang tidak meminta apapun, namun ENGKAU memberikan dengan tanpa aku kira-kira datangnya, entah dari mana.

Perkutut itu diam sesaat untuk menyusun baris kata yang ditujukan kepada dirinya dan kepada Tuhannya,” Tuhan, entah seperti apa ENGKAU memperhatikan diriku ini, sedangkan akupun tidak tahu diriku, bagaimana cintaMU, bagaimana sayangMU, bagaimana KasihMU padaku, sulit aku menggambarkan dengan kata-kata namun dapat aku rasakan, terkadang aku harus tersenyum sendiri menyaksikan TANGANMU hadir menyentuh hidupku ini. Perkutut menarik nafas dalam untuk berkata kemudian,” Tuhan ini aku dengan segala kekurangan, menyembahMU  segenap dayaku, memujiMU dengan caraku, semuanya tentu tidak bertentangan dengan Firman dan Hadisth kekasihMU.

Tuhan, hari ini aku bersyukur, Berilah kehidupan untuk mereka, seedangkan aku hanya mempunyai DIRIMU dan KekasihMU itu, dia….,dan tuhan terimakasih atas segalanya, Maaf lahir bathin atas segala kesalahanku Tuhan….
Perkutut terdiam untuk waktu yang panjang, memandang sekitarnya tanpa berkata atau berbisik dalam hati, terdiam..diam yang panjang.

(firanda,Pontianak, 12:56 PM. 14 Oktober 2011)

0 komentar:

Posting Komentar