Minggu, 01 Januari 2012

( Tintapun Jadi Tak Bermakna )


oleh Firanda Anda pada 18 Desember 2011 pukul 21:17

Perlahan tangan penyair itu kaku,
Dimana lagi tinta ini akan di goreskan,
Kalimat rasa terbawa  angin beterbangan,
Tatapan mata hampa, cahaya  tak menjadi  rona,

Sementara si pelukis itu bermain dengan kanpasnya,
Satu persatu gambar terlukis indah mempesona,
Terlihat asa  tercurah mengukir  sepenuh jiwa,
Tatap bahgia tergambar diwajah dia,

Dan aku sibuk bersama lamunan tentang Nirwana,
Bidadari-bidadari dalam hayalan jauh diluar bayangan,
Semua fikiran tak mampu menjadi bahasa kiasan symbol gejolak perasaan,
Matilah aku diujung jari, kaku terasa di lidah,  terpana oleh mata,

(firanda,Pontianak, 9:10 PM. 18 desember 2011) 

0 komentar:

Posting Komentar