oleh Firanda Anda pada 29 Oktober 2011 pukul 20:05
Di ujung senja, dibatas cakrawala,
Cahaya memerah menerpa wajah lelah,
Malam ini akankah bintang itu muncul dilangit hati,
Kutulis kalimat rayuan pada bidadari yang bersembunyi,
bersandar tubuh di dermaga seng hi,
menjuntaikan kaki bermain air tanda menanti,
Kapal-kapal berlabuh menumpahkan muatan kemudian pergi,
Satu persatu kupandangi, Dia tak datang untuk memenuhi janji,
Baik kutulis syair pada secarik kertas,
Botol kosong pengantar asa yang terlepas,
Terpaan angin laut membelai rambut yang hitam,
Langkahkan kaki membawa perasaan kembali menuai kerinduan,
(Firanda, Pontianak, 7:01 PM. 29 Oktober 2011)
0 komentar:
Posting Komentar