oleh Firanda Anda pada 29 Oktober 2011 pukul 15:32
Bumi kini telah bergetar,
lahar merah datang membara,
Renggut nyawa beserta kehidupan,
Hancurkan nilai bahkan peradaban,
Tangis mereka tertindas oleh cintanya,
Torehkan duka pada yang lemah di sudut tenda,
Suara isak sendu hanya dari sebuah berita,
Mulut terasa kering untuk mengecap sepotong daging,
Terlambat untuk berlari di kaki yang lemah,
Janganlah berpidato di ramainya jiwa meregang kematian,
Ucapan para petinggi merayu berbau busuk,
Kini bayi-bayi membelah batu kepahitan,
Anak negeripun mengepal tangan,
kakek renta coba bicara lantang,
Kini kuburan tak berbau harum,
Pejiarah bangsa terdiam,
Duka .ada duka dimana-mana,
(firanda, pontianak. 2:19 PM. 29 Oktober 2011)
0 komentar:
Posting Komentar