Rabu, 04 Januari 2012

Dirimu datang aku tak sadar,


oleh Firanda Anda pada 21 November 2011 pukul 8:30

Lampu itu menyamarkan malam,
Cahayanya menerangi sudut-sudut yang gelap,
Pandangan mata menjadi bermakna,
Galau matahari terobati oleh rembulan,


Inilah impian pernah terlupakan,
Dera kehidupan pernah mengecewakan,
Dirimu datang aku tak sadar, tak dihiraukan,
Namun perlahan engkau telah menulis didinding perasaaan,


Andai bunga yang mekar tak berbeda,
Warnanya  seperti dulu kala,
Ketika pertama aku melihanya, indah,
Bisakah bunga bersemi kembali ditaman yang sama,

(firanda,Pontianak, 8:27 AM, 21 November 2011)

0 komentar:

Posting Komentar