Rabu, 04 Januari 2012

"Senja Yang Berbeda"


oleh Firanda Anda pada 17 November 2011 pukul 18:49

Aku berjalan keluar, menghampiri sebuah toko yang terletak di jalan imam bonjol, duduk santai ketika senja akan tiba, waktu manggrib akan menjelang, kulihat suasana langit agak buram, cahaya matahari perlahan mulai tenggelam, udara saat itu terasa sejuk. dari toko itu aku memesan kopi satu gelas, kopi saring, aromanya terasa, khas kopi arabika, hangat.

Tak lama duduk dibawah langit, duduk dikursi dari plastik, meja persegi empat terbuat dari kayu, hari ini kunikmati suasan senja, melepas penatnya fikiran kepada alam, coba berbisik pada tuhan, syukur ku atas hidup hari ini, ketika asik merenung menikmati, tiba-tiba ada orang menyapa" Maaf boleh duduk disini" katanya, Akupun mengiyakan, orang itu duduk disebelahku sambil memesan kopi yang sama.

Bapak itu memperkenalkan dirinya bernama Pak Udin (59 tahun), dia berkata padaku" Sore ini lain ya, udaranya lumayan dingin, mungkin karena hujan tadi" katanya, Aku tersenyum berkata" Betul pak, hujan telah membawa suasana begitu nyaman, tidak seperti dirumah terasa panas, mumpung disini, ya nikmati udara dan pemandangan lalu lalang kendaraan" ujarku.

Bapak Udin berkata lagi" dulu saya menikmati senja hampir setiap hari, Nikmatnya amat terasa, Perpindahan waktu dari siang ke malam, saat itulah langit akan berbeda, suhu akan berubah, manusia hilir mudik pulang kerumah, lampu-lampu jalan dihidupkan, cahayanya berbenturan dengan cahaya matahari yang akan tenggelam, indah rasanya, inilah saat-saat waktu saya nikmati hari" ungkapnya.

Aku hanya manggut-manggut saja, memahami maksud perkataannya, sambil merasakan ucapannya dengan memperhatikan tiap-tiap kata disesuaikan keaadaan waktu ini, kusadari ucapan bapak udin benar, inilah saat yang tepat menikmati hari, sebuah perpindahan waktu, satu hari hanya ada dua perpindahan waktu, yaitu saat senja dan subuh.

Senja terjadi ketika matahari kembali keperaduannya, malam akan menjelang, panas matahari siang terasa hilang oleh dinginnya malam, sedangkan subuh saat malam yang dingin mulai terhapus oleh matahari yang akan menjelang. ditengah-tengah waktu benar-benar berbeda.

Aku dan bapak Udin terdiam membisu, mata kami memandang setiap ruas, ruang dan objek yang kami anggap menyenangkan, membahagiakan perasaaan, melihat gambar hidup dari keindahan alam ciptaan tuhan, hatiku merasa terpuaskan oleh suasana ini.

Tak lama kemudian Pak udin berujar" Nak... sudah waktunya saya pulang, Azan manggrib telah tiba, mari" sambil menyalamiku, akupun berkata" Sama-sama pak, terimakasih atas segalanya" sambil berjabatan, tersenyum aku padanya, demikian juga pak udin, Ia bergegas pergi menghampiri sebuah Surau.

Akupun pulang kerumah, dalam perjalanan aku teringat kembali ucapan bapak udin, Terimakasih bapak, Engkau telah menjelaskan tentang menikmati hari, mensyukuri setiap kenikmatan, mengajarkan bagaimana cara menikmati hari, merasakan suasana alam," terimakasih bapak udin." kataku dalam batin.

(firanda,Pontianak.6:43 PM. 17 November 2011)

0 komentar:

Posting Komentar