oleh Firanda Anda pada 7 November 2011 pukul 22:07
Biarlah tangis tak berair mata,
Kering karena menahan rasa luka menyiksa,
Perih menyayat, membolak balikkan jiwa,
Isak suara, hati coba berbisik kepadaNYA,
Suara kata tertahan dirongga,
Ingin berteriak ternyata tak bisa,
Namun kalimat telah terpenjara di ujung asa,
Lidah terkunci merasakan derita,
Kini mata terpejam,
Meredam api dalam kesadaran,
Kebutaan ini hanya prasangka atau praduga,
Namun langkah kaki seolah tertahan dicahaya kegelapan,
Kini coba meraba..., Dimana cahaya..,dimana kebenarannya,...,
(firanda, Pontianak. 10:03 PM. 7 November 2011)
0 komentar:
Posting Komentar