oleh Firanda Anda pada 10 Desember 2010 jam 23:04
Ketika batas waktu dan keinginan telah pupus,
sebuah harapan diujung keadaaan,
penantian berakhir pada kebutuhan,
semua menjadi sembilu yang menoreh rasa,
menyakitkan berkabung kesabaran,
menyerah pada prinsif rasional,
kenyataan berbicara tentang arti dia disisiku,
disampingku,
pakaianku,
Kini harus menyerah,
Menghapus pasrah,
Prinsif dan cita-cita,
Berburu rasa,
Memanah setiap jiwa,
Sasaran hanya satu, dia.
Logika,
Pengertian-pengertian,
Nalar yang berjuang dan bertahan,
Jalan lurus bentuk pilihan,
Warna hanya mainan,
Cipta karsa ilham,
padaNYA tumpuan,
Perasaan,
Qolbu menerawang,
Sir berbisik perlahan,
Gambaran harus diterjemahkan,
Tulisan memperjelas keadaan,
Kata,
bahasa,
penyampaian,
huruf demi huruf didengungkan,
"Aku sayang"
Raut wajah,
Pipi berwarna merah,
Malu terasa mengarah,
Diam dada berdebar parah,
Keringat mengalir deras gerah,
Kaki terasa berat,
Kaku seolah ada beban,
Jiwa bertahan mengambang,
Bersiap remuk redam,
Menyambut kebahagiaan,
Terimakasih sayang,
terimakasih cinta,
Terimakasih kekasih,
Terima kasih darling...Malam.
(firanda(.....)Pontianak. 10:24 PM. 10 Desember 2010)
0 komentar:
Posting Komentar