oleh Firanda Anda pada 17 Desember 2010 jam 18:51
Inilah kami perempuan,
Bunda Pertiwi datang dengan harapan,
Mengingatkan Engkau yang kami lahirkan,
Dari sini perut kami, dari tangan ini engkau dibesarkan,
Inilah ibumu, Bumi para pertiwi,
Berjuang bersama, Rasakan isi hati ini,
Darahmu darah kami, Nyawamu nyawa perempuan juga,
Kami tidak meminta, kami mengingatkan mereka di atas meja,
Lihatlah kisah-kisah duka perempuan,
Terseot-seot digang dan jembatan mencari kehidupan,
Para TKI tersiksa merana menyiksa bathin bangsa,
Luka tubuh kami berwarna merah dibendera,
Dan kami memberi uang untuk Negara,
Belalah kami, kewajibanmu membela,
Wahai para pemegang palu bersama pulpen bertinta,
Buatkan hukum dan kebijaksanaan pada perempuan,
Undang-undang penuh kasih sayang berarti cinta,
Itulah hak kami, Harga yang layak melahirkan,
Tuliskan Pembelaan di kain putih bendera,
(firanda(……..)Pontianak. 5:40 PM. 17 Desember 2010)
0 komentar:
Posting Komentar