Senin, 10 Januari 2011

"Nasib ku akan seperti ini" aduuuh.

oleh Firanda Anda pada 02 Januari 2011 jam 10:44

Malam minggu tetap begini, diatas meja dengan beberapa tugas yang harus diselesaikan, tugas-tudas menumpuk, bermacam  masalah yang harus di buatkan gambaran jelas, sehingga malam minggu hanyalah hari, tapi bukanlah agenda pertemuan cinta antara dua insan layaknya kebiasaan kita disini.


Ini berbahaya jika tidak ada saling pengertian dua insan, menempatkan hari pertemuan diluar kewajaran, misalnya sore hari, hari-hari lainnya, tapi itulah kebiasaan kita, sulit untuk dirubah, akibatnya tidak jarang sikap yang diambil berlawanan arah, pusing juga...pengertian, pemahaman dan kesabaran akan diuji oleh situasi dan suasana. halah....,


Malam Minggu Pertama,"Maaf ya dinda, gak bisa kumpul malam minggu ini, lagi selesaikan tugas....". maka hari mendung, awan gelap bergelantungan dilangit, cahaya bulan terasa tak indah lagi, kesalpun mencair mengaliri seluruh pembuluh darah, 


Malam Minggu Kedua" Maaf ya dinda, Abang gak bisa lagi malam minggu ini, tugas menumpuk lagi, maaf lagi dinda, abang menyesal sekali". maka marah dan kesal menumpuk menjadi kristal amarah, pembawaan emosi selalu, uring-uringan terus,ngomel sana ngomel sini....Bara api tungku telah membara, membakar apapun saja,diamnya menympan dua buah keputusan.


Malam Minggu Ketiga"  Maaf ya dinda, sudah 3 kali malam minggu gak bisa hadir, kerjaan memang menumpuk sekali, sulit rasanya menghindar ni..tolong ya dinda, maafin".. maka dinda menjawab" Abang sayang, kita putus aja ya, abangkan lebih suka dengan pekerjaan, jadi sayangi aja pekerjaan itu, Kita putus" aduuuuuuh. gawat dah kalau begini.

Kedua insan saling memikirkan salah menyalah pasangannya dan salah dirinya, Ini tragedi...peristiwa memilukan, pelajaran, ...................tapi senyuman malam minggu semoga hadir.

0 komentar:

Posting Komentar