oleh Firanda Anda pada 23 Desember 2010 jam 23:31
Dulu kulukis langit merah,
Ketika hati bendentang bela sungkawa,
Tangan sengaja dipasung mengukir kata,
Membungkam semua bahasa cinta diujung lidah,
Kini bait mengalir saja,
Setiap peristiwa kuanggap bermakna,
Jangan pernah ada luka sekali lagi dan bangkit lagi,
Lelah itu berat, jiwa lama-lama pasti berkarat kehampaan,
Dari benih yang terlepas,
Awan datang membawa hujan,
Tanah terletak diBumi penuh kesuburan,
Setitik rasa mudah-mudahan membakar kasmaran,
(firanda(......)Pontianak. 11:21 PM. 23 Desember 2010)
0 komentar:
Posting Komentar