oleh Firanda Anda pada 22 Desember 2010 jam 21:09
Wahai perempuan pujaan ,
Hujan deras dibumi khatulistiwa,
Pakaian basah coba melaju dijalanan,
Motorku tak mampu mengejar mobilmu,
Wahai kekasih tersayang,
Bolehkah aku menyebut namamu,
Engkau tersenyum kelihatan bahasaku lucu,
Tertawamu seakan senda gurau namun pipi bermerah jambu,
Masih bertanya dalam fikiran,
Mengapa engkau suka,
Selalu tersenyum,
Tertawa,
Motor kupacu dibawah hujan,
Memenuhi keinginan kata janji,
Dibandara melepas engkau pergi,
Entah kembali atau tidak waktu nanti,
Dalam hari, bulan dan tahun merubah hati,
Kuhitung hari sejumlah hujan,
Berteduh tanpa naungan,
Duduk tanpa teman,
Memeras perasaan,
Semoga ada keputusan,
(firanda(.....)Pontianak. 8:02 PM. 22 Desember 2010)
0 komentar:
Posting Komentar