Sabtu, 29 Januari 2011

"Mari berkaca"


oleh Firanda Anda pada 20 Januari 2011 jam 22:40

bagaimana lahir kesombongan,
Keangkuhan menyelimuti kehidupan,
Membusungkan dada berbangga  saat berjalan,
"dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."



Luputnya kita membaca jiwa,
Melihat hakekat si insani,
Raga yang kian renta,
Tubuh ketika tak berdaya,



Malu menyusub dada,
Keangkuhan berhadapan pada MU,
Seolah lupa untuk berkaca,
Memandang siapa kita,
Mustahil bergetar qolbu,
Jauh bersanding pada pemberi rindu,

(112. Al Ikhlash(4))

(firanda(....)Pontianak. 10:38 PM. 20 Januari 2011)

0 komentar:

Posting Komentar