oleh Firanda Anda pada 13 Januari 2011 jam 23:54
Di dua mata ini,
Terpampang dua jalan,
Satu keabadian dan dua kenyataan,
Bimbang, padaNYA kuminta" Tunjukilah[8]"
Banyak sudah tersesat,
Hikayat para pengelana jiwa,
Terhempas, tercabik oleh prasangka,
Gugur layu laksana daun dimusim semi,
JalanMU jalan " kami jalan yang lurus,"
" (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]"
"Kabulkanlah"
Ditebing yang curam aku berdiri,
Perantauan ini berjalan meniadakan teman,
Hanya kasih sayang"MU" mengikat dari kejatuhan,
Pendakian kehidupan berhenti kala nafas dibadan melayang,
Pada "NYA" kita mohon ketabahan, akupun terus berjalan,
Untuk berjalan sangat panjang, Tuhan.
(firanda(......)Pontianak. 11:48 PM. 13 Januari 2011)
0 komentar:
Posting Komentar