oleh Firanda Anda pada 06 Desember 2010 jam 22:49
Tangis pilu diujung desa,
Satu keluarga kehilangan pijakkan,
Lahan tempat mencari nafkah tergusur perusahaan,
Ratapan menggoncang pintu Arasy dalam pengetahuan,
Kekalutan tampak diwajah mereka,
Air mata kini tak pernah bersuara,
Raut duka menyentak logika,
Perih kita punya jiwa,
Kucatat ini sebuah nasib,
Luka-luka mengaris di tulisan,
Sampaikanlah suara rasa di atas meja,
Masihkah ada kebijaksanaan hasil pemilihan suara,
(firanda(......)Pontianak. 10:38 PM. 6 Deember 2010)
0 komentar:
Posting Komentar