oleh Firanda Anda pada 19 Oktober 2010 jam 14:14.
Kadang aku merenung dalam,
Tenggelam dalam lamunan impian,
Harapan serta keinginan disandarkan,
Melihat retak tangan menebak jalan kehidupan,
Berjalan tertatih tatih dikeduniaan,
Melangkah bathin dengan kondisi remuk redam,
Ada tawa menghiasi wajah yang tak tampan,
Rintihan qolbu hanya kepada Tuhan,
Kulihat mereka menatapku,
Wajah lugu penuh kasih sayang,
Masyarakat kampung hidup penuh tertekan,
Sebuah pembelaan atas ketertindasan dijantung perasaan,
(firanda(....)Pontianak. 1:32 PM. 19 Oktober 2010)
Kamis, 21 Oktober 2010
"Retak Tangan"
Diposting oleh
Voice Of Borneo
di
01.47
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar