Langit nan biru,
Awan hitam bergelantungan,
Sepanjang jalan hanya debu-debu,
Berterbangan anai-anai mengejar pembakaran,
Laron itu hanya sebutan,
Nukilan gambaran manusia,
Setiap hari berburu api kehidupan,
Saatnya nanti terbakar hangus dalam renungan,
Kucoba mencuri cahaya,
Menampung sinar dalam bejana,
Mengait sumbu dengan seluruh jiwa,
Rohaniku bertahan padamkan nyala perapian,
Butir –butir tasbih berputar,
Berkeliling bagai roda pedati petani,
Keringat bercucuran bau amis seluruh badan,
Insan terbakar menghanguskan jasad yang bertuan,
Dan aku menunggu air zam-zam menyirami dari pelupuk mata,
Dengus nafas memburu,
Perhatian tanpa tahu yang dicari,
Pengetahuan hanya berdiri dibelakang,
Usaha –usaha menjejaki disamping diri meradang kerinduan,
Dan aku masih berbaring dalam jiwa dan duduk disajadah berlampu temaram,
(firanda(…..)Pontianak. 4:42 PM. 23 Oktober 2010)
Sabtu, 23 Oktober 2010
"Pelana Jiwa"
Diposting oleh
Voice Of Borneo
di
02.44
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar