oleh Firanda Anda pada 12 Oktober 2010 jam 19:39.
Engkau telah memanah jantungku,
Busur asmara telah kau gunakan,
Tertancap begitu dalam,
Tertahan nafas,
Terdiam.
Memenjarakan jiwaku,
mengikat qolbuku,
Jasad merintih tertahan,
Perasaan terlarut terkenang,
Ilmu ku kini mencari kebenaran logika,
Berbisik wajah manis tersayang,
Tahanlah hatimu wahai abang,
Dia menanti kerinduan,
(Firanda(......)Pontianak. 7:24 PM, 12 Oktober 2010)
Kamis, 21 Oktober 2010
"Panah Asmara"
Diposting oleh
Voice Of Borneo
di
02.43
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar