oleh Firanda Anda pada 10 Oktober 2010 jam 13:13.
Duduk berdua satu meja,
Bicara tetang nilai tertinggi manusia,
Kedaulatan atau kemandirian menyata,
Bertahan menghadapi roda penindasan serta kebutuhan,
Realita saja, dunia berdimensi dusta,
Ini bukan pilihan, Namun kesadaran kolektif semua,
Antara miskin dan kaya, Pintar dan tidak pintar,
Yang punya peluang dan tidak punya peluang,
Hati nurani berbisik,
Kesadaranpun terhimpit,
Garam dilutan terasa pahit,
Air tawar pegunungan tercekik,
Putaran kehidupan,
Langkah mencari hakekat bertahan,
Melindungi kemanusiaan didebu peradaban,
Membersihkan kaca hati setiap perjamuan kawan,
(firanda(........)Pontianak. 1:05 PM. 10 Oktober 2010)
Kamis, 21 Oktober 2010
"Duduk dan Semeja"
Diposting oleh
Voice Of Borneo
di
02.53
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar