oleh Firanda Anda pada 27 November 2010 jam 12:41
Musim tak tentu,
Sebentar hujan terkadang panas,
Tubuh yang rapuh berjatuhan mengerang,
Sakit jasad tertimpa bencana tanda tubuh yang rentan,
Oh Kalimantan rimba yang hilang,
Dawai lagu hutan langka untuk diperdengarkan,
Aku hanya menanya pada alam merana kepiluan,
Gundul dan gersang membakar bumi menyapu air didanau,
Sigadis desa,
menari tarian kepedihan,
Lagu jiwa kehilangan roh dewata,
menagis pilu menyaksikan belantara telah tiada,
Menari....menetes air mata,
(firanda(....)Pontianak. 12: 00 PM. 27 November 2010)
0 komentar:
Posting Komentar