Firanda Anda pada 08 November 2010 jam 0:23.
Akupun mengoyak puisiku ditanah penuh darah.
Dan Engkau sahabat menoreh langit berkabut debu.
memanggil Tuhan dan mengetuk hati manusia yang tertidur,
Qolbu menggaris dengan ujung pisau do'a bersama air mata duka,
Wahai yang mempunyai jiwa,
Mereka disana terus memeras logika,
Sebab akibat coba diurai dengan bahasa,
Sebagian kita menterjemahkan hikmah saja,
Kutulis rangkain kata keresahan,
Perih hati melihat kenyataan kehidupan,
Alam sudah tak bisa diajak berkawan,
Dan manusia sulit disadarkan,
Walau Tuhan yang bicara,
Disini menanti bencana,
(firanda(.....)Pontianak. 11:36 PM. 07 November 2010)
Jumat, 12 November 2010
"Diujung Do'a"
Diposting oleh
Voice Of Borneo
di
09.29
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar